Archive for Desember 2013
Tentang Langganan Cerpen
By : Unknown
Langganan Cerpen Adalah blogspot yang mana meriliskan semua cerpen atau cerita sesuka mu di blog ini.
bagi kamu yang suka berimajinasi, kami sangat menghargai itu untuk mempostingkan semua ide ceritamu di blog ini.
Langganan Cerpen bersedia Memberikan Bonus atau membeli ide ceritamu dengan pembayaran via pulsa.
bagi kamu yang suka berimajinasi, kami sangat menghargai itu untuk mempostingkan semua ide ceritamu di blog ini.
Langganan Cerpen bersedia Memberikan Bonus atau membeli ide ceritamu dengan pembayaran via pulsa.
Tag :
tentang cerpen,
Dark Hole In my dastiny
By : Unknown“Bulan, malam ini kamu mau kemana sih!”.
“Aku ada urusan, Khunie.”
“Kalau kamu mau menantang maut lagi, aku akan pergi melindungimu!”
“Jangan! kau jangan ikut aku, kau hanya meyusahkanku saja!”
“Pokoknya aku akan tetap datang!” (dengan ngotot).
“Awas saja kamu, kalau benar-benar datang.”
Di sebuah bangunan tua bertingkat, Bulan berlari dengan kencang kemudian bersembunyi di belakang meja yang jatuh terpelanting.
“Bersembunyi di mana kamu jaksa sialan!” ucap buronan.
Bulan menyiapkan selongsong peluru yang akan ditembakkan kepada buronan itu. Tiba-tiba Khunie datang,
“Bulan awas!” (dengan maksud memperingatkannya).
Buronan itu pun menengok ke arah Khunie berada. Tanpa pikir panjang buronan itu pun menembakkan peluru ke arah Khunie. Dor Dor Dor!. Secepat kilat, Bulan berdiri kemudian berlari dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Khunie. Sejenak Bulan menatap wajah Khunie, kemudian Bruak! Bulan jatuh menyamping tepat di depan Khunie. Tubuh bulan kejang-kejang karena 3 peluru yang tepat menembus jantungnya.
“Khunie, mengapa kamu datang? Sudah kukatakan jangan datang.” (dengan suara yang semakin melemah). Beberapa detik kemudian jantungnya berhenti berdetak, nafasnya hilang. Bulan pun tiada.
“Maafkan aku Bulan, karena tidak mengindahkan kata-katamu.” (menetaskan air mata).
Buronan itu pun tersenyum puas, karena berhasil membunuh musuh terbesarnya selama ini.
“Angkat tangan!” Beberapa polisi mengepung buronan itu sambil menodongkan pistol mereka. Dan buronan itu berhasil diringkus. Kedua tangan buronan itu diborgol di belakang tubuhnya.
Beberapa polisi berlari menghampiri tubuh Bulan, kemudian membopongnya dan memasukkanya ke dalam mobil polisi. Khunie masuk ke dalam mobilnya sendiri, lalu menginjak pedal gasnya sambil mengikuti mobil polisi yang membawa Bulan. Dan mobil yang membawa bulan berhenti di sebuah rumah sakit.
“Dokter, tolong selamatkan sahabat kami” (dengan wajah panik) polisi yang merupakan sahabat Bulan itu menaruh tubuh Bulan di atas ranjang rumah sakit. Sudah jelas-jelas Bulan sudah meninggal, masih saja mereka menyuruh dokter menyelamatkannya. Mereka berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkan Bulan.
“Maaf, nona ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi.” Kata Dokter.
“Bagaimana ini komandan, Bulan sudah tiada, kita tidak punya pengganti yang sehebat dia.” Ucap salah satu polisi kepada bosnya.
“Sampai akhir hidupnya pun, dia menjalankan tugasnya dengan baik.” Ucap komandan.
“Yah, mau bagaimana lagi, dia sudah tiada, kita hanya bisa mendoakannya semoga dia diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.” Ucap Komandan.
Khunie yang hatinya sedih bagai telah hancur berkeping-keeping, berlari menghampiri Bulan yang telah tiada.
“Bulan, bagun! Ayo bangun!” (sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bulan dan menjatuhkan air mata).
Keesokan harinya Bulan dimakamkan di makam pahlawan Korea Selatan. Setiap hari, Khunie selalu mendatangi makam Bulan. Saat datang ke makam, Khunie selalu menanam setangkai bunga mawar (bunga kesukaan Bulan) di makam Bulan. Hal itu ia lakukan sampai 4 minggu, hingga makam Bulan penuh dengan tumbuhan Bunga mawar yang tumbuh subur bagai kebun bunga mawar yang indah. Hidup Khunie terasa hampa sejak ditinggal pergi Bulan. Dia selalu berharap agar waktu diputar kembali, dan ia masih bisa hidup bersama Bulan.
Malam hari itu, Khunie berjalan lemas menuju dapur. Entah apa yang ia akan lakukan tapi ia terus melangkah menuju dapur yang berantakan sejak sepeninggal Bulan. Klontang! Khunie tersandung sebuah panci dan terjatuh. Di depannya ia melihat sebuah buku yang berdebu, buku yang tak pernah ia lihat, namun mengapa ada di dapurnya. Ia raih buku itu, disampulnya tertulis “Lubang Hitam Perubah Takdir”. Ia duduk di lantai dapur dan membaca isinya.
Dikatakan dalam buku itu tertulis “dalam kehampaan hatimu, dan kamu berharap sesuatu yang pernah kamu miliki kembali, maka kamu bisa kembali ke masa lalu mengubah takdirmu melalui lubang hitam.”. Ia langsung menutup buku itu dan melemparnya.
“Buku apa itu, isinya aneh sekali, tidak bisa dimengerti.” Ia masih memandangi buku itu dan membayangkan “Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, maka aku bisa bertemu dengan Bulan lagi.” Ia kemudian mengambil buku itu dan menyimpannya di kamarnya.
Di dalam kamar ia berpikir “Apa yang dimaksud lubang hitam itu?, apakah lubang lintas waktu?, apakah Worm Hole? Tapi itu berada di luar angkasa.”
Lalu ia membuka buku misterius itu lagi dan membaca lanjutan isinya “Lubang hitam itu bisa muncul di mana saja, kapan saja sesuai kehendak Tuhan. Hati-hati saat kembali ke masa lalu kamu harus ingat tujuan awalmu. Kemungkinan kamu hanya bisa melintasi lubang hitam ini 1 kali, karena mustahil menemukannya untuk kedua kali.”
“Jadi kalau aku melintasi lubang hitam, maka aku tidak akan kembali ke masa sekarang?” Kemudian Khunie tidur.
Keesokan harinya dia masih menanam bunga mawar di makam Bulan sambil bergumam “Bulan, apakah lubang hitam lintas waktu itu ada? Kamu kan pintar, menurutmu ada tidak?”. Kemudian Khunie pulang.
Malam harinya saat tidur ia terbangun mendengar suara piring-piring yang pecah seperti diterpa angin yang dahsyat. Ia langsung bergegas menuju dapur. Benar saja ia melihat Lubang Hitam besar di dinding dapurnya. Di dalamnya terlihat seperti awan hitam yang berputar disertai angin kencang. Lubang hitam itu semakin lama semakin mengecil akan hilang. Khunie pun menerobos Lubang Hitam itu. Dan saat berhasil menerobos, ia melihat sekelilingya. Ternyata ia berada di dapurnya yang sangat rapi dan bersih.
“Mungkinkan aku berada pada masa Bulan belum tiada?” Khunie pun berlari menuju ruang tengah yang biasa Bulan lakukan untuk menonton TV. Disana ia melihat gadis cantik berambut panjang sedang duduk di sofa sambil menonton TV.
“Bulan?”
Gadis itu pun menoleh. “Ada apa?”
Dengan seyum bahagia, Khunie bertanya “Sekarang tanggal berapa?”
“29 September 2013, memang kenapa?”.
Dalam hati Khunie berkata,” itu tanggal sehari sebelum Bulan tiada. Berarti besok malam ia meninggal.”
Malam berikutnya,
“Bulan, malam ini kamu mau kemana sih!”.
“Aku ada urusan, Khunie.”
“Kalau kamu mau menantang maut lagi, aku akan pergi melindungimu!”
“Jangan! kau jangan ikut aku, kau hanya meyusahkanku saja!”
“Pokoknya aku akan tetap datang!” (dengan ngotot).
“Awas saja kamu, kalau benar-benar datang.”
Peristiwa itu terulang lagi, tapi Khunie menyiapkan pistol berisi 5 peluru untuk menembak jantung si burunon.
Dor Dor Dor! Khunie menembak buronan itu hingga tewas. Bulan tercengang melihat tindakan yang dilakukan Khunie. Dia tak percaya apa yang dilakukan Khunie. Dan Bulan pun selamat dari kematian saat itu. Khunie telah merubah takdirnya. Kini ia bisa menjalani hidupnya dengan normal saat Bulan ada di sisinya. Setiap hari ia masih memberi Bulan setangkai Bunga mawar, tapi kini ia langsung memberikannya pada gadis yang ia cintai. Tapi saat ia mencari buku misterius itu di dapur maupun di kamarnya tetap tidak ada. “Kemana buku itu? Apakah buku itu hadir dan lenyap begitu saja.”
The End
Cerpen Karangan: Duwi Sariwulan
Facebook: Duwi Sariwulan
Nama Pengarang: Duwi Sariwulan,
Saya siswi kelas X dari SMAN 3 JOMBANG.
Motif saya mengarang cerpen hanya iseng aja kok.
Boleh klo dicoment
Ugly is Andi part1
By : Unknown
Belajar bikin Cerita nih simak aja
Di Desa munar ada seorang anak berumur 17thn bernama Andi dia tinggal bersama keluarga kecilnya hidup dengan sederhana . Andi adalah anak tunggal di keluarga itu,meski dia di bilang anak yang jelek karna badannya yang gemuk dan kulit hitam pekat di tambah lagi bibir yang sumbing bawaan sejak lahir, tapi dia anak yang baik semua warganya mengetahuinya.
"DI,Andi" Teriak Ibunya Keras sambil menoleh kearah atas anak Tangga rumah, sambil menggendong keranjang cucian yang banyak.
Andi pun tak menjawab. sambil menutupi wajahnya dengan Bantal tidurnya yang lembut.Ibunya pun menghampiri kekamarnya Andi dan masuk kekamarnya yang sering tak dikunci.
"Andi ayo bangun" Kata Ibunya dengan Tegas
"Kamu harus Pagi-pagi mengantarkan Cucian bersih ketetangga Sebelum kamu berangkan kesekolah Di"Kata ibunya
"Duuh,Ibu Ibukan tau tadi malam Andi belajar sampai larut malam
jadi Andi masih perlu Tidur Bu"Kata Andi sambil menekan bantalnya kewajahnya.
"Sapa suruh kamu belajar sampai larut malam" kata Ibunya sambil Perasaan Cemas Akan kesehatan anaknya yang sering Belajar larut malam.
"Bulan depankan ada Ujian Bu, Andi harus belajar Sungguh-sungguh Agar Andi tetap juara umum dan dapan Beasiswa lagi" kata Andi sambil melepaskan bantal dari wajah nya dan berpaling ke arah Ibunya.
"Iya-iya..!!" kata Ibunya dengan nada suara tenang sambil memegang keranjang pakaian yang banyak.
"Tapi coba kamu liat Cucian kotor Ibu sangat banyak,Kalau Ibu yang antar keburu siang" kata Ibunya dengan berlahan.
" Ya Bu Andi mandi dulu nanti sekalian Andi berangkat Sekolah antar kan Cucian bersihnya"kata Andi sambil bangun dari ranjang tidurnya Mengambil Handuk dan Pergi Menuju Kamar mandi di belakang rumahnya. ibunya pun pergi untuk melanjutkan tugasnya mencuci.
Tak lama Kemudian
" Andi..Andi.. " Seru Ibunya Berulang-ulang.
"Ini Anak Lemotnya" gerutu ibunya dengan suara samar-samar
" Mana cuciannya Bu" Tanya Andi Turun Tangga kearah dapur sambil Tergesa-gesa ingin berangkat.
" Itu semua yang Di atas meja" jawab Ibunya sambil membilas pakaian ke Air Sabun
" APA..?? " Sahut Andi dengan terkejut
"Sebanyak ini, Ntar Andi bisa terlambat Bu" Komplen Andi kepada ibunya
"Iya Makanya Ibu Suruh Pagi-pagi dari Tadi Lemot aja ,Ibu ngga masak nanti kamu pake aja sedikit uang hasil cucian buat jajan" Tegas ibunya kepada Andi
"OK...Aku Pergi Assallamu allaikum" seru Andi sambil kumpulkan cucian bersih sambil bergegas ingin berangkat
"Waallaiku sallam Ehheeehh..?? Hati-hati Di jalan Di Jangan Terlalu Buru-buru" Sahut Ibunya, Tapi Andi tak mendengar ibunya karna Tergesa-gesa ingin berangkat dan pergi dengan Sepeda kayuhnya.
Setelah cukup banyak mengantarkan cucian pesanan kesetiap rumah , akhirnya Andi tiba Pada satu rumah temannya yang bernama Roy, meski sempat ada perasaan kurang enak Hati jika harus kerumah Teman kelasnya Roy ,seingatnya sering mengerjai dia tak hanya disekolah dan diluar juga, tapi dengan keharusan Andi Menghampiri rumah Roy
" huuhh ya allah Lindungi aku "doa Andi dalam hatinya
"Permisi-permisi" Sapa Andi pada rumah Roy dengan hati tak tenang
" Ya Tunggu Sebentar" jawab Roy yang kebetulan di luar halaman ingin berangkat Sekolah. Mendengar suara Roy , Andi menjadi risih Roy mendekat dan meliat Andi di luar Pagar sambil memegang bungkusan pakaian.
" eh...Ugly ada apa ?? " sapa Roy dengan nada Mengejek dan Meremehkan
" Ini Pakaian Ibumu yang sudah dicuci Ibunya ada" Sahut Andi dengan nada pelan dengan Kepala menunduk kebawah.
"Ooh.. Sini" kata Roy dengan nada kasar sambil tangannya menarik bungkusan pakaian Yang di pegang Andi
" OK siip Sono pergi dah" kata Roy dengan Kasarnya.
" TA...TTA Tapi itu" Sahut Andi dengan Suara Gugup.
" Pergi ngga lo ngga pergi gue kepret lo" jawab Roy dengan tangan mengangkat seperti Ingin memukul wajah Andi, dan Andi hanya pejamkan mata sambil tangan keatas seolah siap Menangkis pukulan Roy. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari Arah belakang Roy Dan Ternyata Adik Kandungnya Roy yang baru pindah dari bandung ke Jakarta.
" Hentikan Kaa..ngapain sih Pagi-pagi dah bikin ulah kan malu tu liat tetangga" Roy pun Menghentikan aksinya seraya berkata "Cemong Lo" kepada Andi dan Pergi meninggalkan Andi dengan Adiknya Dengan naik Motornya.
"Kamu ngga Apa-apakan" katanya kepada Andi Sambil tersenyum manis kepada Andi.
" Ngga aku Ngga apa-apa" jawab andi Merasa Tertolong sambil Terkesima memandang Cantiknya wajah Adiknya Roy.
"Heyyy...benar kamu ngga apa-apa" tanyanya lagi kepada Andi yang Lagi Terkesima.
"Iiiya...aku ngga apa-apa" jawabnya Andi Lagi Sambil tak Melepaskan pandangannya Kepada Adiknya Roy.
"Ok kalau Begitu ini uang cucian tadi ya, tadi aku sudah di kasih tau mamah ko buat Kasih ini uang kekamu dan maaf atas sikap Roy tadi dia memang seperti itu Orangnya" Dengan Senyum dan ramahnya menjelaskan ke Andi.
Andi pun hanya bisa menganggukan kepalanya saja,
"Kalo gitu aku pergi dulu ya" Karna ngga ada respon Adik Roy pergi masuk kemobil dan Pergi.
Setelah pergi Andi pun Tiba-tiba seperti Terbangun dari mimpi Teringat kalau dia harus pergi Kesekolah, Dan Segera berlari menuju Sekolah.
Setiba di sekolah Bell sekolah telah berbunyi 10menit yang lalu dan Andi bergegas masuk kesekolah.
"permisi pak, maaf saya terlambat lagi " kata andi dengan perasaan menyesal
"Ini sudah kesekian kalinya kamu terlambat Di" tegur guru bonas dengan rasa kecewa karna Andi selalu terlambat datang.
"Dia cuci pakaian di got dulu pa" sahut teman geng Roy bernama Yuda dengan lantang,serentak seisi kelas mentertawakannya, tak berangsur lama Tiba-tiba ada kepala sekolah menghampiri ruang kelas Andi dengan mengajak seseorang gadis,alangkah terkejutnya Andi ternyata yang dibawa pak kepala sekolah adalah Adiknya Roy yang tadi pagi.
"Permisi pak maaf kalau mengganggu pelajarannya" Tanya pak sekolah
"Owh tidak pak" jawab guru Bonas sambil penasaran dengan gadis yang di bawa pak kepala sekolah,dan seisi sekolah langsung terdiam, kecuali Roy wajahnya mengkerut dia sedikit tidak suka kalau adik sama satu kelas dengannya.
"Ok Anak-anak murid di sebelah kanan bapa ini adalah murid baru, Dia pindahan dari sekolah SMA11 Bandung dan mulai hari ini dia resmi sekolah di SMA72 ini" kata pak kepala sekolah di hadapan anak muridnya,
"Silahkan KAmu perkenalkan diri"
Dengan tersenyum manis gadis itu memperkenalkan dirinya di hadapan siswa-siswi yang ada di kelas
" Perkanalkan Nama saya : Elisa Sumbayono biasa di panggil Elisa saya siswi pindahan dari SMA11 Bandung salam kenal" Semua murid di kelas cukup senang dngan adanya murid baru, apa lagi murid laki-laki sangan senang karna ada murid baru yang cantik begitu pula dengan Andi.
Yuda merasa Tak asing dengan nama itu ada yang sama dan bertanya kepada Roy.
" Hey Roy bukannya Sumbayono Nama belakangmu juga" tanya yuda berbisik dari Belakang meja Roy.
" Iya dia memang adikku kata Roy" dengan rasa risih, Yuda terkejut dan mendekatkan kepalanya ke Belakang kepala Roy sambil memperjelas bisikannya
"Ternyata kamu mempunyai Adik yang cantik juga ya..he.he" Tiba-tiba roy menanduk arah belakang kepalanya dan mengenai hidung Yuda.
" Aduh..Gitu aja marah Bro" sambil memegang hidungnya yang merah kena tandung
" Berisik lo " Gerutu Roy .
pak guru Bonas mempersilahkan Elisa untuk duduk di kursi kosong dan kebetulan di samping Andi.
" Ayo lis silahkan kamu duduk di kursi kosong sebelah sana" elisa memandang kekursi kosong dan melihat Andi di samping tempat duduknya.melihat elisa memandangnya seketikan Andi gugup,gelisah tapi merasa senang.
SOUL Of FANTASI secret portal part1
By : UnknownDari pada mati lampu gelap-gelap baik ngayal sambil bikin cerpen lagi.....hee
Pada suatu desa yang bernama desa bottom hidup seorang anak muda laki-laki 14thn kelas 2smp bernama Iin dia tinggal bersama ibunya yang berkerja penjual kue di desa tersebut,Iin dan ibunya hanya tinggal berdua, ayahnya telah meninggal sewaktu umur Iin masih 5thn, atas meninggalnya ayahnya sampai saat ini masih misterius, Bagi orang yang mengetahui tentang keluarganya dan begitu pula dengan Iin, Dari dulu sampai sekarang Iin selalu bertanya-tanya tentang ayahnya kenapa apa yang terjadi, sampai semua orang tak tahu bahkan ibunya sendiri tak mau memberi tahukannya.setiap Iin bertanya kepada ibunya. Ibunya selalu menangis dan histeris ketakutan ,Sejak itu Iin tak mau menanyakan itu lagi jika itu harus membuka luka batin ibunya, dia putuskan untuk mencari tahu sendiri Hingga pada suatu hari sabtu yang cerah......
"mah aku berangkat sekolah dulu ya" sahut iin sambil merangkul tasnya untuk pergi
"iya hati-hati in jangan lupa langsung pulang, kamu sudah janjikan mau kerumah kake di sampit.
"huuuh" iin sambil hela napasnya
"iya - iya iin dah janji" sahut iin dengan kurang semangat,sesampainya di sekolah dan waktunya istirahat pertama sekolah, Iin nongrong di kantin sekolah sambil menikmati minuman fanta kaleng yang dingin.
"hai in gimana hari minggu besok jadi maen futsal ngga" tanya teman Iin sambil menepuk pundak Iin dengan pelan. Iin terkejut dan berpaling kebelakang dan ternyata fahru yang menepuk belakangnya, fahru bersama teman sekelasnya yang lain yang kebetulan satu team futsal. Iin pun berdiri dan menggandeng temannya satu persatu sambil mempersilahkan duduk.
"owh fahru,sidul,boni maaf bro kayanya aku ngga bisa besok ibuku ajak pergi ke sampit buat ketemu kakek ya munkin acara keluarga gitu, katanya sangat penting di bicarakan" sambil mencoba menghibur temannya dengan menawarkan minuman.
"kalian mau minum apa bro" sambil tersenyum. Dengan kecewa fahru menjelaskan ke Iin
"maaf in kami ngga perlu minum, kamu kan tahu kalau minggu depan itu pertandingan penting bagi team kita,kalau kamu tidak ikut, team kita bisa kalah in" dengan penuh harap fahru menjelaskan keinginannya.
"tapi rul aku memang tidak bisa, karna aku telah janji dengan ortu aku" jelasnya Iin, Lalu sambil berdiri dan pergi fahru mengatakan.
"Ok In sepertinya kamu sudah tak perduli lagi dengan teammu" dngan rasa kecewa fahru beserta temannya meninggalkan Iin yang lagi duduk di kantin sekolah. Iin hanya bisa diam bingung harus apa atas sikap teman-temannya tadi. Keesekan harinya adalah hari minggu, waktunya Iin dan ibunya berangkat ke sampit dengan menggunakan mobil mereka.
" In cepat ibu sudah siap berangkat tinggal menunggumu saja" teriak ibu Iin sambil Membereskan barang yang ada di jok belakang mobil. Karna cukup lama menunggu ibu iin masuk kedalam rumah untuk mencari Iin.
"kenapa ini anak lamban sekali" grutu ibunya dengan kesal, saat membuka pintu kamar Iin ternyata Iin tidak ada di kamarnya, sambil berteriak.
"In Iin " berulang-ulang sambil memeriksa tiap sudut kamar dan pintu.
"kemana ini anak" ucap ibu Iin dengan gelisah, tak sengaja ibu Iin menemukan sepucuk surat yang diletakkan di atas meja makan mereka dan ternyata itu surat dari Iin. Dan ibunya langsung membaca surat tersebut yang isinya.
"maaf bu Iin harus pergi sebentar kepertandingan futsal sekolah,untuk ikut pertandingan,maaf Iin tak bisa kasih tau karna Iin tau pasti ibu tak akan mengijinkan, Iin hanya perlu 1 jam setelah itu Iin akan kembali" setelah membaca surat tersebut ibu Iin lansung bergegas ke sekolah tempat pertandingan futsal Iin untuk menjemputnya.
Setibanya di sekolah ibu Iin lansung mencari dan menemukan Iin yang sedang bermain futsal, ibunya berteriak
" In in"memanggil namanya dan Iin pun menengok ke arah penonton yang sangat bnyak dan melihat ibunya berteriak memanggilnya dengan rasa cemas,Sehingga Iin berpikir
"ada apa yg terjadi sampai ibunya bersikap seperti itu" hingga permainan Iin jadi tidak konsen dan mengakibatkan kebobolan satu angka.
" Wah In kamu bermain tidak seperti biasanya " kata teman-temannya dan Iin terus memperhatikan ibunya dengan cemas dan tak menghiraukan kata temannya. Melihat itu pelatihnya Iin meminta Iin di gantikan, setelah di gantikan pemain Iin langsung menemui ibunya untuk bertanya.
"ada apa bu..?? Kenapa ibu sampai terus memanggilku seperti itu" tanya Iin, dengan cemas ibunya menjawab.
"Kita harus berangkat sekarang kerumah kake Iin." Iin masih bingung keningnya mengkerut penasaran atas kejadian ini dan seperti tak mau pergi kalau tak ada penjelasan.
" ya bu tapi ibu harus jawab ada apa sebenarnya" Sambil memegang tangan ibunya supaya ibunya tenang dan mau menceritakan semuanya. Karna sepertinya Iin sudah sangat penasaran akan sikap ibunya hari ini dan supaya Iin cepat bergerak ikut dengan ibunya. Ibunya terpaksa mengatakan
" Ini ada hubungannya dengan Ayahmu." seketika Iin terkejut dan melepas tangan ibunya dngan mata tercengang tak berkedip.
"dan selanjutnya nanti ibu jelaskan untuk sekarang kamu harus ikut ibu, kita harus cepat in" ucap ibunya sambil menarik tangan Iin untuk pergi dan masuk ke mobil. Di jalan Iin masih terdiam dia merasa kecewa bagaimana bisa ibunya, merahasiakan tentang ayahnya dan kukuh mengucapkan tidak tahu dan ternyata ibunya tahu apa yang terjadi sebenarnya sambil berderai air mata.
"Ibu tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" ibu Iin menangis lagi.
"sudahlah bu aku tak perlu tangisan untuk jawaban, tolong ceritakan sebenarnya, sebelum aku membencimu" ucap iin dengan air mata tak berhenti menetes.
"bagaimana bisa ibunya merahasiakan ini begitu lama dan membiarkan aku bersusah payah untuk mencari tahunya sendiri tentang ayah,apa aku tak layak mengetahui siapa ayahku ucap iin" kepada ibunya "dan apakah ibu sangat membencinya sehingga ibu merahasiakan semua ini kepadaku.?
Bersambung..........